PINDAH

Blog saya pindah ke http://fitriaandayani.wix.com/typo boleh mampir…

Advertisements

PENASARAN MALAM-MALAM

Saya sudah lama menanti pertunjungan teater yang satu ini, The Curious Incident of the Dog in the Nighttime. Teater ini diangkat dari kisah novel karangan Mark Haddon terbitan 2003 berjudul sama yang sangat saya suka. Ceritanya sederhana tapi punya makna yang dalam *tsahh.

dog-in-the-niht-time

Soal anak laki-laki umur 15 tahun bernama Christoper yang sebenarnya sangat pintar. Hanya, dia tidak pandai bicara dan menolak bicara dengan orang yang tidak dikenal. Dia tidak mau disentuh, bahkan oleh orang tuanya. Dia tidak mau berbohong. Karenanya, dia menggilai matematika karena baginya angka tidak pernah bermakna ganda, tidak seperti kata yang bisa berarti banyak hal. Lalu, kematian seekor anjing membuatnya keluar dari zona aman, hingga dia sadar bahwa dia bisa melakukan apapun meskipun memiliki keterbatasan.

 Dari dulu saya suka bertanya-tanya kenapa tidak ada yang terpikir untuk mengangkat novel ini ke layar lebar, ya setidaknya teater. Lalu saat sampai di Newcastle, September tahun lalu, doa saya terkabul. Di bandara, saya langsung disuguhi papan iklan pertunjukan teater berdasarkan novel tersebut yang akan dimainkan pada awal 2015. Di iklan itu disebutkan kalau ini adalah pertunjukan teater paling baru yang ada di Inggris dan mendapatkan rating sempurna.

Continue reading PENASARAN MALAM-MALAM

BILA SAJA

IMG_20130731_181900

Ada satu adegan dalam film Benjamin Button yang sangat membekas bagi saya. Itu ketika Benjamin menunggu di lobi rumah sakit untuk memastikan keadaan wanita yang paling dicintainya, Daisy. Daisy mengalami kecelakaan hingga dia tidak bisa berjalan dan tidak dapat mengikuti pertunjukan tari. Dia bahkan tidak boleh menari untuk selamanya.

Benjamin mencoba mencerna keadaan. Dia membuat kalkulasi tentang bagaimana peristiwa itu terjadi dan mengapa peristiwa itu harus terjadi. Hingga dia sampai pada kesimpulan bahwa apapun alasannya, apakah peristiwa itu terjadi karena sebuah kebetulan atau telah didisain sebelumnya, yang jelas tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya. Hidup berjalan sesuai yang telah digariskan.

Seorang wanita di Paris dalam perjalanannya pergi berbelanja. Namun dia lupa untuk membawa mantelnya dan kembali ke apartemennya untuk mengambilmantel tersebut. Ketika dia mengambilnya, telepon sang perempuan berdering. Jadi dia berhenti dan menjawab telpon tersebut untuk beberapa menit.

Sementara perempuan itu sedang menelepon, Daisy tengah berlatih untuk pertunjukan tarinya di Opera House. Dan masih ketika dia sedang berlatih, perempuan tersebut selesai menelepon, melangkah keluar apartemennya, dan menaiki sebuah taksi.

Continue reading BILA SAJA

KIDUNG MESRA

kla

Meskipun langit di luar gedung Jakarta Convention Centre (JCC) cerah, Kla membuka konsernya malam itu, Selasa (26/11), dengan lagu hits mereka, Gerimis. Setelah 17 tahun, Kla menggelar kembali konser Klakustik. Tak ayal konser mereka dibanjiri oleh para Klanese, sebutan akrab bagi para pecinta Kla, yang sudah tak sabar melihat aksi panggung, Katon Bagaskara, Adi Adrian, dan Romulo Radjadin (Lilo).

Sebanyak 80 persen tiket konser tersebut habis hanya dalam waktu dua minggu. “Kami sangat senang tahu bahwa masih banyak masyarakat yang menyukai karya kami dan datang ke konser ini,” ujar vokalis Kla, Katon Bagaskara. Dia mengaku sempat khawatir tiket tersebut tidak akan laku terjual dan meminta tolong pada sejumlah rekan artis seperti Sherina, Agnes Monica, bahkan Farhat Abbas untuk mempromosikan Klakustik lewat akun twitter mereka.

Namun kekhawatiran tersebut serta merta hilang setelah melihat hampir tak ada kursi yang kosong di dalam gedung pertunjukan tersebut. Hal ini memberikan semangat tersendiri kepada kelompok musik yang sudah berkelana di industri musik Indonesia itu selama 25 tahun. Meskipun tak lagi muda, Katon, Adi, dan Lilo tampak bersemangat menghibur para penggemarnya.

 Lilo tak segan mengeluarkan nada tinggi jernih dari tenggorakanya atau melontarkan banyak lelucon yang membuat penonton malam itu terhibur. Bahkan menari mengikuti nada yang cepat dari lagu Kla berjudul “Laguku” yang muncul pada album pertama Kla.

Continue reading KIDUNG MESRA

SOK BICARA AGAMA, SOK KENAL GEORGE

Saya sebenarnya malas bicara soal agama. Saya bukan pakar. Tapi setelah nonton biografi George Horison : Living in The Material World di TV kabel beberapa waktu lalu, saya jadi sering memikirkan soal ini dan saya ingin menulisnya. Apa sebenarnya yang membuat saya bertahan dengan agama yang saya anut di tengah begitu banyak prasangka yang ditimpakan kepada agama tersebut. Di tengah banyak kekecewaan saya dengan sejumlah orang ‘alim’ yang saya kenal, namun ternyata mendustai agamanya.

Lalu saya pikir alasannya cuma satu. Karena saya percaya Tuhan. Atas segala hal gaib yang terjadi di sekitar saya. Atas segala peristiwa yang tidak bisa dicerna otak saya meskipun sejumlah spekulasi ilmiah berusaha menjadi jawabannya. Atas segala ketakutan saya akan ketidaktahuan tentang esok, lusa, atau hari-hari berikutnya. Atas keengganan saya berjalan sendirian tanpa tahu bahwa ada kekuatan besar yang berusaha menjaga saya dari segala hal buruk.

Saya orang yang optimis. Dan untuk menjadi optimis saya perlu berpikir kalau ada tangan gaib yang mendukung saya di saat tangan-tangan yang nyata sibuk dengan urusannya masing-masing. Seperti George saya percaya bahwa ada hal lain yang bisa membuat saya lebih bahagia dari sekedar memiliki uang, rumah, atau mobil. Kepercayaan saya tentang Tuhan membuat saya merasa aman.

Continue reading SOK BICARA AGAMA, SOK KENAL GEORGE

MIDNIGHT ‘MADNESS’ SALE

credit : www.Jantoo.com
credit : http://www.Jantoo.com

Saya berjanji tidak akan mendatangi Midnight Sale lagi. Midnight Sale yang saya dan kakak saya ikuti minggu lalu di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta akan menjadi Midnight Sale pertama dan terakhir kali saya. Diskon yang ditawarkan saat program tersebut memang luar biasa banyak dan besar. Rugi memang bila tak berbelanja ketika kegiatan itu berlangsung. Tetapi saya kapok. Saya tidak ingin lagi merasa bersalah menjadi bagian dari kegiatan itu.

Semakin malam, pengunjung Midnight Sale semakin ramai dan menggila. Saking sibuk memilih sepatu, seorang ibu misalnya tidak sadar kalau anaknya tak lagi berada di sisinya. Dia baru menyadarinya saat bagian informasi mengulang pengumuman penemuan seorang anak hilang untuk kelima kalinya.

Sejumlah ibu lainnya sibuk mencoba pakaian sementara anak balitanya tergolek kelelahan di lantai pusat perbelanjaan itu. Si ibu lupa kalau saat itu sudah masuk jam tidur anaknya. Ada pula pelanggan yang bergegas mendatangi pusat informasi agar namanya diumumkan di seluruh gedung sebagai pelanggan yang belanja paling banyak malam itu dan berharap koor tepuk tangan dari pembeli lain.

Orang Indonesia itu memang senang belanja. Dari pakaian usang sampai pakaian baru berharga mahal bisa laku keras. Dari barang jelek hingga kualitas super bisa segera terjual ludes. Dari kebutuhan pokok hingga barang tak penting pun bisa habis dengan cepat.

Ketika pertama kali liputan di desk ekonomi, saya disodorkan hasil riset yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi. Saya langsung bergidik. Bagi saya itu seram. Meskipun bagi sejumlah spekulan dan pemerintah, asalkan ekonomi tumbuh, walaupun ditopang konsumsi, tidak jadi masalah. Kenyataannya perhitungan pertumbuhan ekonomi sudah jadi komoditas politik dan dasar spekulasi agar dapat untung besar.

Continue reading MIDNIGHT ‘MADNESS’ SALE